SINDANG JAYA – Puluhan anak usia dini dari TK dan KB Nurizqi Kecamatan Sindang Jaya dan Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, mengikuti kegiatan peragaan manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).
Sebanyak 30 siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan manasik haji. Dengan mengenakan pakaian ihram dan busana muslim, anak-anak diperkenalkan secara langsung dengan rangkaian ibadah haji sekaligus diajak memahami makna Rukun Islam yang kelima sejak usia dini.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman edukatif dan religius bagi para peserta. Selain memberikan pemahaman tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji, manasik juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, kedisiplinan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap ajaran agama.
Kegiatan manasik haji ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Himpaudi Kecamatan Sindang Jaya bersama IGTKI Kecamatan Rajeg. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang dikemas secara menyenangkan agar anak-anak dapat mengenal ibadah haji melalui praktik secara langsung.
Kepala Sekolah KB Nurizqi, Munawati, mengatakan bahwa peragaan manasik haji merupakan salah satu program kerja Himpaudi yang dilaksanakan setiap tahun, khususnya setelah rangkaian peringatan Hari Santri.
Menurutnya, sebelum mengikuti praktik manasik secara bersama-sama, anak-anak terlebih dahulu mendapatkan pembelajaran di sekolah masing-masing. Para guru memperkenalkan berbagai hal terkait ibadah haji, mulai dari doa, niat hingga tahapan-tahapan pelaksanaannya.

“Tujuan utama dari kegiatan hari ini adalah menanamkan benih ketakwaan kepada anak-anak sejak dini, agar anak-anak bisa mengenal agama dan memahami nilai-nilai ibadah sejak usia mereka masih kecil,” ujar Munawati.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pembelajaran yang membekas dan dapat membentuk karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung bagaimana tahapan ibadah haji dilakukan. Mudah-mudahan menjadi bekal dan pengalaman berharga bagi mereka,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak mengikuti setiap tahapan dengan antusias didampingi guru dan pendamping. Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta untuk belajar mengenal kebersamaan, mengikuti aturan, serta menghargai sesama.
Peragaan manasik haji bagi anak usia dini diharapkan dapat menjadi langkah kecil dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak mulia, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat sejak usia dini.(Ria)


Komentar