Sindang Jaya — Belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pendidikan juga dapat diwujudkan melalui pengalaman, keterampilan, kreativitas, dan karya nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan praktik pembuatan jamu tradisional yang dilaksanakan oleh PKBM Bakti Pertiwi, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Pada Hari Minggu.”( 25/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C yang setara dengan jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK.
Kepala PKBM bakti pertiwi Maryati,S.Kep, menjelaskan bahwa Melalui kegiatan praktik ini, warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah bahan-bahan tradisional menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, jelasnya
Lanjut, Salah satu produk yang dipraktikkan adalah jamu kunyit asam, minuman tradisional yang telah dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Dengan memanfaatkan bahan seperti kunyit dan berbagai rempah, peserta didik belajar mengenal tahapan pembuatan jamu, mulai dari persiapan dan pengolahan bahan hingga proses penyajian dan pengemasan produk.
Kegiatan praktik ini juga menjadi sarana pembelajaran yang mengembangkan keterampilan peserta didik. Warga belajar diajak untuk berdiskusi, bekerja sama, melakukan praktik secara langsung, serta memahami pentingnya kreativitas, kebersihan, ketelitian, dan pengemasan dalam menghasilkan sebuah produk.
Dalam konteks pembelajaran, praktik pembuatan jamu dapat dikaitkan dengan materi Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) maupun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sesuai dengan tujuan dan fokus pembelajaran yang diterapkan. Selain mengenal proses pengolahan bahan, warga belajar juga diperkenalkan pada potensi produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta tidak hanya belajar bagaimana membuat jamu, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam menghasilkan sebuah karya dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Bagi PKBM Bakti Pertiwi, kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan aplikatif. Pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mampu membekali warga belajar dengan keterampilan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.”ungkapnya
Lebih dari sekadar membuat jamu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan percaya diri, kreativitas, kemandirian, kerja sama, dan semangat berwirausaha, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya serta produk lokal Indonesia.
Melalui kegiatan seperti ini, PKBM Bakti Pertiwi terus berupaya menciptakan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mendorong warga belajar untuk terus berkarya, serta membuka peluang bagi lahirnya generasi yang terampil, mandiri, kreatif, dan berdaya.
PKBM Bakti Pertiwi, Belajar, Berkarya, Berwirausaha.(Rubi)


Komentar